watch sexy videos at nza-vids!
KING OF SEX
Bookmark Now!!
http://kingsex.jw.lt

Ima cewek imut
Not Found404; Not Found

Ini pengalamanku dengan anak kelas
6 SD. Aku tuh paling suka sama anak
sekitar kelas 6 SD sampai 2 SMP. Kalau
aku sendiri adalah mahasiswa tingkat
satu di Bandung. Ceritanya pada
waktu itu aku sedang jalan-jalan ke toko buku. Aku sedang ingin cari
buku komik. Pas sedang cari itu, aku
melihat anak yang manis, yah..
pokoknya cute banget deh! Putih, dan
karena baju yang dipakainya agak
ketat, buah dadanya yang agak baru tumbuh itu sedikit menjiplak di
bajunya, jadi kelihatan runcing begitu. Aku ajak kenalan saja dia, siapa tahu
bisa dapat. Tidak usah aku kasih tahu
proses kenalannya ya, soalnya.. ya
gitu deh.. pokoknya akhirnya aku
tahu itu anak kelas 6 SD dan aku tahu
nomor teleponnya. Oh iya, namanya adalah Ima, aku jadi lumayan sering
menelepon dia. Habis ternyata
anaknya asyik juga. Kami sering
ngobrol tentang Boys Band yang dia
suka, (bukan berarti aku suka Boys
Band, kebetulan adikku banyak tahu, jadi aku ikut-ikutan tahu).Aku sudah
beberapa kali ajak dia jalan-jalan ke
Mall, tapi jarang mau. Sepertinya tidak
dibolehi sama ibunya. Tapi akhirnya
bisa juga. Sepertinya aku memang
sedang falling in love sama si Ima. Setiap pulang sekolah, dia sering aku
jemput, lucu deh, jadi seperti jemput
adik sendiri, nanti aku dikira
pembantu pribadinya sama temennya.
Biarin deh, yang penting aku sayang
sama Ima. Nah, pada suatu hari waktu dia
pulang sekolah, aku ajak saja ke
rumahku. Ternyata dianya mau. Asyik,
pikirku. Habis dia tidak pernah mau
aku ajak ke rumahku. Dan pas ketika
kuajak ke kamarku, dianya mau saja dan untung tidak ada yang melihatku
bawa-bawa anak SD, kan malu juga
kalau ketahuan punya cewek anak
SD. Setelah beberapa kali aku ajak ke
rumah, baru kali ini dia mau dan mau
lagi ke kamar. Kan kalau di kamar suasananya jadi lebih romance dan
tenang karena berdua saja. Di kamar
kustel kaset West Life, khan lumayan
lembut tuh musiknya. Dia suka banget
sama itu Boys Band. Pertama-tama
kami ngobrol biasa tentang sekolahnya, guru-gurunya, temen-
temennya, biasalah anak SD. Eh, kami
akhirnya ngobrol tentang pacaran,
aku tanya saja. "Pacar kamu siapa sih..?" sambil
senyum.
"Bukannya kamu.." jawabnya.
Waduh, nih anak SD polos amat.. tapi
aku seneng sih, dia ngakuin aku.
"Iya nih Ma, aku sayang banget ama kamu," rayuku.
Dianya diam sambil menatapku malu.
Waduh wajahnya itu lho, masih Fresh
dan dia manis sekali. Tiba-tiba, gara-
gara meliat parasnya yang cute itu,
aku jadi ingin mencium bibirnya, tapi dia mau tidak ya? "Sayang, kamu pernah ciuman
belum?" tanyaku.
"Belum, tapi suka deh ngeliat orang
ciuman di film-film," katanya.
"Mau nyobain tidak?" tanyaku, to the
point saja. Dia diam saja.
"Sama kamu? nggak ah, takut.. malu.."
kata Ima.
"Nggak apa-apa lagi.." jawabku.
"Coba ya.. enak kok," kataku lagi.
"Coba deh merem!" kataku. Dia mencoba merem, tapi melek lagi,
takut katanya. Jantungnya terasa deg-
degan, katanya.
"Santai saja, tidak usah tegang,"
kataku. Dia mulai merem, perlahan aku dekati
wajahnya, mulai terasa hembusan
nafasnya. Lalu perlahan kusentuh
bibirku dengan bibirnya. Ketika bibir
kami mulai bersentuhan, bibirku mulai
bermain di bibirnya, dia belum merespon. Dia hanya membiarkan
bibirku memainkan bibirnya, terasa
sekali hembusan nafasnya, bibirnya
yang begitu lembut tapi akhirnya dia
juga mulai memainkan bibirnya.
Sekitar lima menit kami berciuman. Nafas dia terengah-engah ketika
selesai berciuman. "Gimana enak
tidak?" tanyaku. Dia cuma tersenyum
malu-malu, "Mau lagi tidak? tapi
sekarang lebih seru lagi, kumasukkan
lidah ke mulut kamu, terus kamu nanti isep lidahku di dalem mulut kamu ya..
dan nanti gantian kamu yang masukin
lidah ke mulutku, nanti kuisep," kata
aku. Dia merem lagi, aku dekati bibirku.
Begitu kena bibirnya, langsung aku
masukkan lidahku, dia langsung
menghisap, ah enak, geli dan nikmat,
terasa di mulut. Setelah itu dia
masukkan lidahnya ke mulutku, kuhisap lidahnya lengkap beserta
ludah yang ada di mulutnya. Ketika
sedang asyik berciuman itu, timbul ide
nakal, aku mencoba meraba dadanya
yang masih baru tumbuh. Ternyata dia
tidak menolak, dia masih terus menikmati berciuman dengan aku.
Aku masih terus meraba-meraba
dadanya yang kalau dibilang sih
masih kecil untuk ukuran buah dada,
tapi aku suka sekali sama buah dada
yang semacam itu, runcing dengan puting yang baru tumbuh. Aku mulai
nekat, kucoba masukkan ke dalam
balik bajunya, di balik kaus singletnya
(dia belum pakai BH, tapi karena tidak
pakai BH, putingnya yang baru
tumbuh itu jadi menonjol keluar, jadi kelihatan agak runcing dadanya)
terdapat gundukan kecil imut nan
segar. Eh, ternyata dia mulai sadar dan
menghentikan ciumannya. "Jangan dimasukkin dong
tangannya," kata dia.
Wah, tampaknya dia belum berani.
"Maaf deh.. aku terlalu nafsu," kataku.
"Eh, udah sore nih, kamu aku anter
pulang dulu ya," kataku. Anak SD, kalau belum pulang sampai
sore nanti dicariin, kan gawat kalau
ibunya sampai tahu dia di kamarku.
Akhirnya hari pertama dia di rumahku
diakhiri dengan belajar ciuman. Besok-besoknya dia tidak pernah bisa
main ke rumahku. Soalnya ibunya
menjemput terus. Nah, seminggu
setelah dia main ke rumahku,
akhirnya dia mau lagi diajak ke
rumahku. Pas pulang sekolah aku ajak masuk lagi ke kamarku.
"Gimana sayang? masih mau terusin
pelajaran ciuman kita minggu
kemaren?" tanyaku.
Dia tersenyum.
"Mau dong.. yang pakai masukin lidah ya.." kata Ima.
"OK deh.." jawabku. Dan mulailah kami ber-French kissing.
Kami berciuman sampai beberapa
menit. Tapi aku kepikiran lagi sama
dada dia. Karena saking nafsunya aku
ingin sekali merasakan dada cewekku
ini. Aku mencoba minta ke Ima. "Ma.. aku pengen liat.. liat dada kamu boleh
nggak..? Entar enak deh, bisa lebih
enak dari pada ciuman," kataku. Dia
diam saja sambil menatap ke arahku.
Akhirnya dia mau juga setelah
kubujuk. Dia aku suruh duduk di tempat tidurku. "Kamu tenang aja ya.."
dia mengangguk. Aku perlahan-lahan
membuka baju kemeja sekolahnya,
satu per satu kancingnya kubuka. Dia
menatapku dengan perasaan yang
tegang. "Rilex aja lagi.. jangan tegang gitu.. tidak sakit kok," kataku.
Akhirnya dia agak tenang. Begitu kebuka semua, wah, ternyata
masih ada kaus singletnya yang
menghalangi buah dada mininya itu.
"Aku buka semua ya.." kataku. Dia
mengangkat tangannya ke atas, lalu
kubuka singletnya.Wow.. ternyata indah sekali man..! Kulitnya yang putih
mulus, masih halus sekali, buah
dadanya yang baru muncul itu
menampakkan suatu kesan yang
amat indah, putingnya berwarna pink
itu, membuat lidahku ingin mengulumnya. Dengan perlahan
kusentuhkan lidahku ke putingnya
yang berwarna pink itu. (PS: Kalau
mau mencoba sama anak yang baru
tumbuh buah dadanya, hati-hati,
soalnya daerah itu masih sensitif sekali. Kalau kesentuh keras sedikit
saja, terasa sakit sekali sama dia.
Bener tidak?). Lalu mulai kujilati dan tanganku
mencoba menyentuh puting yang
satu laginya. Dia merem ketika aku
menjilati putingnya, dia tinggal
memakai rok merah, seragamnya. Dia
merem ketika aku menjilat, menghisap, menyentuh, meraba buah
dada imutnya itu, dan dia mulai
mendesah kenikmatan, "Ssshhssh..
mm.." desahnya, aku makin horny
saja mendengarnya dan aku makin
lancar mengerjai dadanya itu. Aku jilati bergantian kanan dan kiri, dan aku
juga menjilati perutnya dan pusarnya.
Sedang menjilati tubuhnya itu, eh,
timbul lagi benak nakal. Bentuk
vaginanya gimana ya? aku jadi
penasaran gitu. Aku masukkan tanganku ke dalam roknya. Kuusap-
usap CD-nya yang melapisi vagina
imut-imut milik seorang anak kelas 6
SD yang manis itu. "Ima.. kamu mau tidak membuka rok
kamu..?" tanyaku.
"Mau kan sayang..?" tanyaku lagi.
"Tapi tidak apa-apa kan?" tanya Ima.
"Nggak kok.." kataku.
Dia kusuruh tiduran. Aku membuka roknya, aku peloroti roknya, dia
tinggal memakai celana dalamnya
yang berwarna pink (lucu deh, ada
gambar Hello Kitty-nya), dan akhirnya
aku peloroti CD-nya. Terlihatlah
sekujur tubuh telanjang seorang anak SD yang membuatku ingin
menidurinya. Terlihat vagina yang
masih mulus, belum ada bulunya dan
bibir vaginanya yang mulus juga, dan
aku nafsu sekali. Aku jilati vaginanya,
dianya kegelian, sehingga badannya bergoyang ketika aku jilati bagian
dalam vaginanya. Tapi lama-lama kupikir, aku jahat
sekali, nih anak kan cewekku, masa
aku tega sih. Ya sudah, aku selesai
saja. Kalau aku sampai ML, berarti aku
menghancurkan masa depan seorang
anak. Aku terus menjilati vaginanya, dan aku terus menjilati bagian
klitorisnya sampai dia bergoyang-
goyang. Akhirnya dia mengalami
orgasme, "Aahh.. aku lemes.."
Akhirnya aku sudahi jilati vaginanya
dan kucium pipinya. "Gimana enak kan..?" tanyaku.
"Iya.."
"Tidak apa-apa khan?" kataku.
"Udah sore tuh kamu mau pulang..?"
tanya aku.
"Iya deh, tapi kapan-kapan lagi ya.." katanya.
"Iya deh sayangku," kataku sambil
kucium keningnya. Yah begitulah ceritanya, aku tidak
tega untuk merenggut keperawanan
cewekku sendiri. Aku sama Ima jalan
sampai dua bulan saja, karena bosan.
Aku tidak pernah nge-ML sama dia
dan aku sudah berjanji tidak mau ML sama dia.

<<Back to Cerita Dewasa
HHome

TOP-RATING

©2026 Benoze Corporation